Jun 28, 2014

Pembahasan dan Perhitungan CAPITAL BUDGETING

CAPITAL  BUDGETING

Jika berbicara pembahasan mengenai Capital budgeting, akan selalu kita jumpai mulai dari saat kita duduk dibangku kuliah, hingga menentukan keputusan saat berada di posisi top management, atau bahkan saat kita akan bermulai wirausaha.

Terkait dengan pembahasan blog ini, masalah Capital Budgeting banyak dijumpai oleh para analis untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek untuk dibiayai. Capital budgeting biasanya digunakan saat kita akan menilai kelayakan suatu proyek,
bisa pembelian peralatan modal kerja ataupun digunakan untuk mengukur suatu Pekerjaan yang akan dikerjakan.

Pengalaman saya sendiri, saya sering menggunakan indicator-indikator dalam Capital Budgeting untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek.

Capital Budgeting memiliki beberapa indicator antara lain :

-          Pay Back Period
Yaitu suatu metode yang digunakan untuk menghitung arus kas bersih yang didapat dari suatu proyek dalam suatu periode tertentu, yang akan dikurangi dengan nilai investasi (outlay) awalnya.

Berdasarkan pemahaman saya pribadi Pay Back Period Memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

·         Kelebihan PBP
1.      Sangat mudah diaplikasikan, terhadap perusahaan baik yang memiliki jenis pernerimaan harian, mingguan, bulanan.
2.      Berbeda dengan Break Event Point, PBP menitikberatkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah diinvestasikan.
3.      Tidak memerlukan keahlian khusus untuk menghitung PBP.

·         Kelemahan PBP
1.      Karena terlalu sederhana, diragukan keakuratan dari hasil perhitungannya.
2.      PBP tidak mengenal unsur risiko bisnis maupun risiko keuangan 
3.     PBP tidak mengenal unsur Time Value of Money, padahal uang yang akan kita terima diwaktu yang akan datang  nilainya terus tergerus.


-          Net Present Value (NPV)
Sebenernya banyak bahasa buku yang dapat secara jelas dan eksplisit mendefinisikan apa yang dimaksud dengan NPV ini, namun mengingat survey kecil-kecilan saya, bahwa pembaca blog ini tidak sepenuhnya dari kalangan akademisi, ataupun jika dipersempit lagi, sangat sedikit pembaca blog yang berasal dari fakultas ekonomi, maka saya mencoba agar bahasa penulisan ini dapat dicerna oleh semua pembaca setia #BPG

Menurut pemahaman saya, NPV adalah suatu metode yang digunakan untuk mengukur nilai surplus atas modal yang ditanamkan kedalam suatu project / aktiva yang dimana proceed tersebut sebelumnya sudah dikalikan dengan discount factor yang berlaku (dipresent value-kan). Pembahasan lengkapnya di contoh soal dibawah saja ya, sekarang kita teori saja dulu 

-          Internal Rate of Return (IRR)
IRR tidak kalah terkenalnya dengan PBP dan NPV, definisi sesuai pemahaman saya setidaknya ada 2 Definisi IRR menurut saya

a.       IRR metode untuk mencari tingkat Discount factor tertentu yang dapat menghasilkan nilai NPV = 0
b.      Dalam Pemahaman lain, IRR dapat menjadi barometer bagi layak atau tidaknya suatu proyek untuk dibiayai (disandingkan dengan Biaya modal) layak apabila Biaya Modal (Cost of Capital) lebih kecil dibandingkan dengan IRR.


Contoh Kasus
(Berdasarkan pengalaman sebenarnya, seorang nasabah Pengusaha Fotocopy)

Mesin Fotocopy Berwarna dibeli dengan nilai Rp.350.000.000,- umur aktiva tersebut 5 tahun, Penyusutan menggunakan metode garis lurus, di akhir periode memiliki nilai sisa (residu) sebesar Rp.50.000.000,- | Biaya Service pertahun Rp.10.000.000,- | Biaya Overhead perbulan Rp.5.000.000,- meningkat 5% setiap tahun | Biaya tenaga kerja perbulan Rp.4.500.000,- | Pembelian Kertas perbulan 100 Rim @ Rp.26.000,- = Rp.2.600.000,- Meningkat 10% setiap tahun| Pembelian Toner Perbulan Rp.2.500.000,-, Meningkat 5% setiap tahun | Biaya Bunga Pinjaman Bank perbulan 1.75 %, dilunasi tahun ketiga | Pendapatan Perbulan (Rata-rata) 100 x 500 Lembar x Rp.500,- (Color), = Rp.25.000.000,-  meningkat 15% setiap tahun| Pajak 1 % dari Omset PP No.46 Th.2013 | Discount Factor 21%


Tentukan PBP, NPV dan IRR

PENYELESAIAN








 LANGKAH V MENENTUKAN IRR

IRR dapat dicari menggunakan metode interpolasi, maksudnya adalah, Nilai IRR dapat kita tentukan apabila kita sudah mempunyai dua kondisi dimana suatu nilai proyek (outlay) dan imbal balik (procceed) yang sama dengan tingkat Discount Factor (DF) yang berbeda, sehingga didapat NPV bernilai Positif dan NPV bernilai Negatif (Tolong dimaafkan apabila saya menjelaskan dengan menggunakan bahasa ortodidak, yang menurut saya lebih mudah dipahami, yang penting niat baiknya tersampaikan menuju kejalan yang benar, tergantung bagaimana anda lebih menikmati destination nya atau journey nya) J

Kita ambil Contoh DF dengan NPV yang sudah kita hitung semula
DF = 21 % Maka Didapat NPV = Rp.200.225.359,-

Contoh diatas adalah NPV bernilai Positif, maka kita harus mencari DF yang menghasilkan NPV Negatif (Bebas angkanya, asalkan menghasilkan NPV Negatif)

Contoh : saya Menggunakan DF = 75%
Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa DF 75% menghasilkan NPV Negatif ?
Berikut pembuktiannya : 


Maka didapat NPV bernilai NEGATIF
= Rp.195.388.091 – Rp.350.000.000,-
=  (Rp.154.611.909,-) = MINUS

Setelah NPV Positif dan NPV Negatif sudah kita dapatkan, berikut ini adalah Formula Menghitung IRR


Dimana :

DF 1 = 21 % (DF pertama)
NPV 1 = Rp.200.225.359,-
DF 2 = 75 %
NPV 2 = (Rp.154.611.909,-)


Jadi kesimpulan yang dapat kita petik setelah kita selesai menghitung IRR adalah :
-       
  •        Kita mengetahui (dalam contoh soal yg kita bahas) bahwa discount factor (DF) berada ditingkat 51,47 % akan menghasilkan NPV = 0

  •           Biaya Modal yang kita tanggung HARUSLAH BERADA DIBAWAH IRR (51,47 %).


Sekian, 



TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
 SEMOGA ARTIKEL DALAM #BPG DAPAT MEMBANTU.
SALAM SAHABAT #BPG

Untuk terus mendapatkan postingan terupdate setiap harinya jangan lupa Follow twitter @david_iskandar3 bisa langsung KLIK DISINI 

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge



What is the biggest concern of operational risk in bank nowaday?

Apa perhatian terbesar terhadap risiko operasional bank pada hari-hari ini? Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mari kita ulas kemba...