Sep 17, 2012

PERKEMBANGAN AKTIVITAS TRADING BOOK


Bank menjalankan aktivitas trading dalam jual beli instrumen keuangan untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasar yang menentukan harga suatu instrumen. Dengan aktivitas ini berarti bank memiliki risiko rugi pada saat harga instrumen keuangan tersebut turun.
Untuk setiap instrumen yang diperdagangkan, bank dapat menggunakan beberapa strategi dalam menjalankan aktivitas trading yaitu :
  1. Strategi yang memiliki risiko yang rendah adalah ‘matched book’. Strategi ‘matched book’ adalah  seluruh posisi/transaksi nasabah segera dilakukan pengambilan posisi yang berlawanan sebesar nilai yang sama dengan bank lain. Risiko pasar dapat timbul apabila terjadi pergerakan harga pasar diantara periode eksekusi transaksi nasabah dengan eksekusi offsetting transaksi. Offseting transaksi disebut sebagai transaksi cover (covering) atau transaksi lindung nilai (hedging)
  2. Strategi yang kedua adalah memiliki posisi suatu produk yang terkendali (manage positions) dengan melakukan hedging deals sesuai kebijakan dari trading desk.  Dengan strategi ini, bank harus memiliki limit risiko pasar guna membatasi tingkat risiko bank pada waktu tertentu. Posisi ini dapat timbul karena transaksi nasabah atau trader sengaja memegang transaksi yang dilakukan melalui pasar. Strategi ini membolehkan traders memiliki posisi untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan pergerakan harga di pasar.
  3. Strategi yang ketiga adalah menjadi a market maker’ untuk suatu produk. Ini berarti trader akan men-quote harga jual beli pasar dan memperdagangkan pada harga yang relevan, baik pada sisi beli atau jual yang dipilih oleh counterparty. Strategi ini dilakukan di pasar yang likuid dan terdapat banyak pelaku pasar lainnya yang dapat mengcover risiko trader. Seorang ‘market maker’ berharap mendapat keuntungan dari perbedaan kuotasi harga jual dan harga beli.
Bank cenderung merubah strategi ketika usahanya tumbuh dan akan terdapat lebih dari satu strategi yang digunakan atas produk-produk yang ada trading-book bank. Secara historis, banyak aktivitas perdagangan tumbuh dari keinginan bank untuk melayani aktivitas komersial nasabahnya.
Hal ini dapat dilihat dari perkembangan aktivitas perdagangan di pasar valas. Pasar ini telah menjadi salah satu pasar yang paling bebas diperdagangkan di dunia, tetapi asal usulnya dapat ditelusuri kembali ke peluncuran kurs mengambang di tahun 1970-an. Bagi nasabah yang melakukan kegiatan dalam bisnis internasional, hal ini menciptakan risiko baru, yang mereka kelola melalui jasa yang ditawarkan bank.

Peningkatan pasar valuta asing merupakan suatu ilustrasi yang baik bagaimana aktivitas trading setiap instrumen dikembangkan oleh bank.
Tahap pertama adalah suatu bank akan mempertahankan matched position dalam suatu instrumen. Hal ini berarti bank melakukan kesepakatan dengan seorang nasabah dan segera melindungi risikonya dengan melakukan transaksi dengan bank lain yang sepenuhnya sesuai dengan transaksi nasabah. Keuntungan bagi bank berasal dari perbedaan harga yang diberikan kepada nasabah dan harga antar bank.

Tahap kedua dalam pengembangan aktivitas perdagangan bank terjadi ketika bank memegang posisi yang tercipta dari transaksi dengan nasabah sebagai antisipasi pergerakan yang menguntungkan (bagi bank) dalam harga pasar untuk periode jangka pendek. Periode kepemilikan (holding period) yang diijinkan bagi trader akan semakin lama ketika bank menjadi lebih berpengalaman dalam perdagangan instrumen tersebut. Akhirnya, proses perkembangan ini akan membawa bank melakukan inisiatif perdagangan sebagai antisipasi pergerakan harga pasar. Sampai tahap ini, aktivitas perdagangan tidak lagi tergantung pada
aktivitas nasabah.

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge