Jul 20, 2012

ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM)


Enterprise Risk Management (ERM) adalah suatu proses  untuk mengelola risiko risiko perusahaan secara menyeluruh (firm-wide basis) yang menjangkau berbagai jenis risiko, lokasi dan aktivitas bisnis.
Berikut ini beberapa definisi menyangkut ERM :

COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) : suatu proses yang melibatkan seluruh anggota perusahaan (BOD, manajemen, karyawan) untuk mengidentifikasi suatu kejadian atau potensi kejadian yang dapat menimbulkan kerugian, mengelola secara komprehensif  dengan yang dapat diterima oleh perusahaan, dengan tujuan untuk menjamin pencapaian tujuan perusahaan.
IIA – Institute of Internal Auditor : pendekatan yang kuat dan terkoordinasi untuk menilai dan merespon seluruh risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan strategik dan finansial organiasi.

ANZ -AUST/New Zealand Standard 4360 : ERM adalah suatu budaya / perilaku , proses, aktivitas yang mendorong  pencapaian tujuan dengan mengelola kejadian atau potensi kejadian yang akan mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan.

Pada tahun 2002 Kongres AS menyetujui Sarbanex-Oxley Act sebagai tanggapan atas tuntutan untuk meningkatkan akuntabilitas korporasi. Ketentuan Sarbanex-Oxley Act bertujuan untuk melindungi investor dengan melakukan penyempurnaan standar pengungkapan (disclousure). Ketentuan tersebut mensyaratkan manajemen untuk memberikan garansi atas efektifitas sistem pengendalian internal yang telah diuji oleh auditor independen.

Pada tahun yang sama, beberapa organisasi manajemen risiko di Inggris yaitu IRM (the instritute of risk management), AIRM (the asssociation oh insurance and Risk Manager) dan ALARM (the association of local Authority Risk Manager) mempublikasikan suatu standar manajemen risiko yang dikenal dengan :

Standar Manajemen IRM/AIRM/ALRM.
Sebagai respon atas Sarbanex-Oxley Act, tahun 2004 COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) memperluas kerangka pengendalian internal melalui publikasi “Enterprise risk management integrated framework” yang dapat diterapkan di berbagai organisasi, industri dan sektor.

Walaupun standar tersebut tidak secara spesifik ditujukan untuk industri perbankan, namun standar tersebut merupakan sumber dalam merumuskan pendekatan terhadap manajemen risiko bank.
Sebagaimana COSO, pada awalnya fungsi manajemen risiko di perbankan pada awal mulanya ditujukan untuk fungsi pengendalian internal dan beberapa waktu terakhir mengalami kecenderungan untuk mengarah ke enterprise risk management.

Definisi dan penerapan ERM dapat berbeda antar bank, namun secara umum kerangka ERM di setiap bank mencakup :
  • budaya pengendalian dan pengawasan manajemen yang dibentuk dan didefinisikan secara jelas.
  • Adanya     proses manajemen risiko yang sejalan dengan empat elemen lainnya dalam kerangka Basel Committee yaitu identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian.

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge

What is the biggest concern of operational risk in bank nowaday?

Apa perhatian terbesar terhadap risiko operasional bank pada hari-hari ini? Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mari kita ulas kemba...