Jun 24, 2018

Tarif PPh UMKM Turun, Gak Tanggung-Tanggung Tarif Dipangkas Sampai Separuhnya

Halo sahabat BPG, setelah lama melakukan topo broto dan mengurus kesibukan hiruk pikuk dunia persilatan, akhirnya jari jemari ini dapat menulis artikel kembali di blog tercintah.... kita mulai postingan dari yang paling hangat baru-baru ini. Yaitu tentang tarif pajak penghasilan bagi pelaku usaha UMKM. Ada apa ya?? cekidot... 

Jan 1, 2018

Jenis Jenis Risiko di Bank


Seberapa sering kita mendengar kata "risiko"?

Apakah yang dimaksud dengan risiko? Misalnya, banyak kita dengar "Jangan menyetir pada saat ngantuk, terlalu berisiko!!", "Saya tidak mau membiayai kredit dibidang tersebut, risikonya sangat tinggi". Lalu apa risiko itu sendiri?

Anda semua pasti setuju bahwa risiko selalu melekat pada setiap kegiatan dan aktivitas bank. Sebelum membahas kesana, berikut ini adalah definisi risiko yang dapat kita jadikan referensi:

Menurut regulasi yang berlaku saat ini, risiko adalah potensi kerugian akibat terjadinya suatu peristiwa tertentu (POJK No. 18/POJK.03/2016 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum). Risiko ternyata adalah potensi kerugian, apabila disebutkan potensi, berarti risiko bisa terjadi, bisa tidak, bisa sangat mungkin, bisa tidak terlalu mungkin. Pada point ini kita berbicara tentang suatu kemungkinan (probabilitas). Lalu,  potensi/kemungkinan terhadap apa? tentunya terhadap kejadian/peristiwa tertentu (Event Risk) baik yang dapat diprediksikan sebelumnya atau yang tidak dapat dipredeksikan (unexpected) yang dapat menyebabkan kerugian (financial atau non-financial).

Masih mengacu kepada regulasi diatas, dalam kegiatan bank sedikitnya terdapat 8 (delapan) jenis risiko, apa saja itu?

Dec 27, 2017

Latar Belakang Penerapan Manajemen Risiko


Mengapa Penerapan Manajemen Risiko menjadi sesuatu yang sangat diperlukan dalam aktivitas perbankan? Jawabannya bukan hanya sekedar suatu kewajiban yang dipersyaratkan oleh regulator, namun karena adanya kebutuhan dari bank untuk mengelola risiko agar tujuan bank dapat tercapai. Dengan penerapan manajemen risiko, bank memiliki acuan dalam mengidentifkasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang sudah pasti melekat dalam setiap aktivitas kegiatan bank.

Bila mengacu kepada UU Perbankan, terdapat tujuan mulia yang diemban setiap pelaku usaha dalam industri perbankan yaitu untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Akan tetapi, Bank adalah sebuah badan usaha yang juga mempunyai tujuan untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kekayaan pemegang saham (profit oriented). Setiap investor tentu memiliki pilihan kemana mereka akan menempatkan dananya sebagai investasi, oleh karena itu, dalam kegiatan usaha bank selalu digunakan iindicator/ukuran yang menggambarkan sejauh mana kinerja bank selama ini. Indikator tersebut antara lain adalah Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Pertumbuhan Volume Usaha dan sebagainya. Akan tetapi beberapa rasio tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan risiko yang dihadapi atas produk atau aktivitas bank, khususnya untuk masa yang akan datang. Sebagai contoh, laba bersih pada perkiraan laba rugi, sudah memperhitungkan cadangan piutang macet, namun belum memperhitungkan biaya risiko atau modal yang diperlukan untuk melakukan aktivitas bank.

Lalu bagaimana caranya Bank dapat meningkatkan nilai tambah? Apa yang harus dilakukan khususnya dalam era persaingan yang sangat terbuka dan sengit seperti dewasa ini?

Mar 18, 2017

What is the biggest concern of operational risk in bank nowaday?


Apa perhatian terbesar terhadap risiko operasional bank pada hari-hari ini?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mari kita ulas kembali gambaran umum risiko operasional di bank. Risiko operasional didefinisikan sebagai suatu risiko (potensi terjadinya kerugian akibat suatu peristiwa tertentu) akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank.

Dengan demikian secara sederhana sesuai teorinya, kita dapat simpulkan bahwa penyebab terjadinya suatu kejadian risiko (risk event) dalam koridor risiko operasional dapat bersumber dari:

Mar 14, 2017

Pansel Calon Anggota Dewan Komisioner OJK umumkan 21 Nama Lulus Seleksi Tahap IV



Kemarin, tepatnya pada tanggal 13 Maret 2017. Panitia Seleksi yang dipimpin oleh ibu Sri Mulyani telah mengumumkan hasil seleksai tahap IV calon-calon pemimpin OJK yang telah mengikuti tahapan saringan seleksi sebelumnya. Melalui Surat Pengumuman No. PENG-05/PANSEL-DKOJK/2017 Tentang Hasil Seleksi Tahap IV (AFIRMASI/WAWANCARA) Calon Anggota Dewan komisioner  Otoritas Jasa Keuangan Periode 2017-2022, Pansel menetapkan 21 nama calon untuk nanti dipilih oleh Presiden. Kemudian, setelah itu 14 nama akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh DPR. 


Tarif PPh UMKM Turun, Gak Tanggung-Tanggung Tarif Dipangkas Sampai Separuhnya

Halo sahabat BPG, setelah lama melakukan topo broto dan mengurus kesibukan hiruk pikuk dunia persilatan, akhirnya jari jemari ini dapat men...