Materi Paling Banyak Dilihat

Posted by : Owner July 14, 2013

Dirjen Pajak (DJP), Fuad Rahmani mengungkapkan pihaknya sedang berjuang membuka kerahasiaan bank seperti yang telah dilakukan di luar negeri.

"Di luar negeri itu, sudah bisa membuka kerahasiaan bank. Lah, di Indonesia belum. Nah, ini kita harus perjuangkan. Karena itu punya potensi pajaknya gede sekali. Itu informasi yang sangat-sangat penting buat kita. Nah, itu belum dapat kita karena ada Undang-Undang Perbankan yang tidak memberikan akses ke kerahasiaan bank," jelas Fuad kepada INILAH.COM di kantornya, Jumat (12/7).

Untuk itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nota kesepahaman yang ditandatangani ini, bertujuan mengharmonisasikan peraturan perpajakan dengan peraturan di OJK di sektor keuangan.



Namun terkait kerahasiaan rekening yang dilindungi Undang-Undang Perbankan, menurut Fuad sebenarnya sudah kuno dan ketinggalan zaman lantaran potensi pajak yang ada di Indonesia sangat besar.

Fuad juga menjelaskan, pihaknya hanya bisa membuka rahasia bank jika hanya ada pemeriksaan dan penyidikan saja. Dia pun menyayangkan Indonesia tak meniru Swiss yang dulu dikenal sangat menjaga kerahasiaan rekening milik nasabahnya.

"Jadi intinya yang harus semua orang tahu itu, sampai sekarang Dirjen Pajak itu nggak dikasih kewenangan membuka rahasia bank. Jadi hanya boleh, kalau lagi ada pemeriksaan dan penyidikan saja. Di negara lain, nggak terbatas hanya saat pemeriksaan dan penyidikan saja," jelas Fuad. [hid]

Inilah.com


David Iskandar | Create Your Badge

- Copyright © 2013 BELAJAR PERBANKAN GRATIS - Date A Live - Powered by Blogger - Redesigned By David Iskandar