Materi Paling Banyak Dilihat

Posted by : Owner November 08, 2012



Upaya menciptakan sistem perbankan yang sehat, selain ditempuh dengan cara perbaikan kondisi keuangan perbankan, juga ditempuh dengan cara pemantapan sistem perbankan yang mengarahkan perbankan kepada praktek-praktek good corporate governance serta pemenuhan prinsip kehati-hatian. Bank sebagai lembaga intermediasi setiap saat harus mempertahankan dan menjaga kepercayaan, oleh karena itu lembaga perbankan perlu dimiliki dan dikelola oleh pihak-pihak yang memenuhi persyaratan kemampuan dan kepatutan.
Perkembangan industri perbankan yang dinamis membutuhkan pemilik yang selain memiliki integritas juga memiliki komitmen dan kemampuan yang tinggi dalam mendukung pengembangan operasional bank yang sehat. Selain itu dalam pengelolaan bank diperlukan sumber daya manusia yang memiliki integritas yang tinggi, berkualitas dan memiliki reputasi keuangan yang baik.

Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan proses uji kemampuan dan kepatutan terhadap calon pemilik dan calon pengelola bank melalui penelitian administratif yang lebih efektif dan proses wawancara yang lebih efisien, dengan tetap memperhatikan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan. Selanjutnya sebagai pelaksanaan tugas pengawasan Bank oleh Bank Indonesia secara berkesinambungan, terhadap pihak–pihak yang telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia, dilakukan penilaian kembali atas kemampuan dan kepatutannya sebagai pemilik dan pengelola Bank.
Dalam rangka melindungi industri bank dari pihak-pihak yang diindikasikan tidak memenuhi persyaratan kemampuan dan kepatutan, penilaian kembali dilakukan melalui proses yang lebih singkat dan transparan tanpa mengabaikan azas keadilan bagi pihak yang diuji. Tujuan uji kemampuan dan kepatutan adalah agar industri perbankan senantiasa dimiliki dan dikelola oleh pihak-pihak yang memenuhi persyaratan maka sudah menjadi keharusan untuk tidak memberikan ruang bagi pihak yang melakukan tindakan yang diindikasikan tidak memenuhi persyaratan kemampuan dan kepatutan.

Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan ketentuan yang berkaitan dengan pengenaan sanksi yang lebih tegas dan dapat memberikan efek jera terhadap pihak yang tidak mampu dan tidak patut dalam memiliki dan mengelola bank.

Berikut ini diagram dari cakupan penilaian Fit & Proper Test bagi calon (new entry) Pemegang Saham Pengendali (PSP), Pengurus Bank (Komisaris & Direksi), Pejabat eksekutif dan Pimpinan Perwakilan Kantor Bank Asing :

Pelaksanaan penilaian tersebut,  wajib dilakukan sebelum menduduki jabatan dan bagi yang tidak lulus dilarang menduduki jabatan tersebut.
Adapun diagram untuk existing diuraikan sebagai berikut :


Selain penilaian bagi new entry, PSP, Komisaris, Direksi, Pejabat Eksekutif dan Pimpinan Perwakilan Bank Asing, Bank Indonesia akan melakukan penilaian Fit & Proper Test ulang bagi pejabat yang menduduki jabatan apabila terdapat indikasi permasalahan integritas, kompetensi dan atau kelayakan / reputasi keuangan.

Baik new entry dan existing, metode penilaian dilakukan cara antara lain penelitian administratif dan atau wawancara dengan hasil penilaian lulus atau tidak lulus. Bagi yang dinyatakan tidak lulus, dilarang untuk melakukan tindakan dan wajib berhenti sebagai PSP atau memiliki saham pada industri perbankan,  anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pejabat eksekutif atau Pimpinan perwakilan kantor bank asing.

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge

- Copyright © 2013 BELAJAR PERBANKAN GRATIS - Date A Live - Powered by Blogger - Redesigned By David Iskandar